6 Tips Membeli Produk yang Berkenaan dengan Sales Letter

Mungkin ini bisa menjadi sebuah perhatian bagi Anda yang ingin membeli atau bahkan telah membeli sebuah produk berbasis panduan bisnis internet.

Seringkali saya mendengar di berbagai blog, forum dan sebagainya khususnya para konsumen yang merasa tidak puas terhadap suatu produk yang telah dibelinya.

Kadang saya berfikir, apakah yang dikatakan konsumen itu benar adanya atau memang konsumen tersebut belum mengetahui atau bahkan belum melaksanakan intruksi dengan benar yang diberikan dalam panduan tersebut, sehingga membuat mereka tidak puas bahkan merasa tertipu dengan produk yang dibelinya.

Kalau saya cermati, kebanyakan para konsumen yang tidak puas terhadap suatu produk yang dibelinya adalah karena pengaruh sales letter (halaman penjualan) yang memikat dan bukan karena melihat (isi) manfaat apa yang akan ia peroleh seteleh membelinya, sehingga ia terprovokasi dengan sales letter yang menampilkan rekening yang memang sangat menggiurkan.

Di sinilah dibutuhkan bagaimana pentingnya memiliki sebuah nilai-nilai edukatif dan etika dalam berbisnis internet, di mana konsumen dihadapkan oleh sales letter yang sangat berpengaruh dengan kebutuhan yang sebenarnya ia butuhkan.

Memang sih, berbicara mengenai puas tidak puas atau bagus tidaknya suatu produk, itu juga sangat subyektif, karena mungkin saja bagi satu orang bagus namun tidak demikian dengan yang lain. Juga tergantung kebutuhan dan pemahaman seseorang dalam merespon suatu produk.

Meskipun begitu, ada beberapa patokan penting yang patut Anda pertimbangkan sebelum mengambil langkah action dalam membeli sebuah panduan bisnis di internet khususnya mengenai sales letter yang merupakan “bungkus” dari produk tersebut.

Berikut uraiannya:

# Bahasa Marketing

Inilah yang membedakan antara gaya penulisan biasa dengan gaya penulisan bahasa marketing. Bahasa marketing cenderung sangat provokatif dengan sebuah kalimat yang menumbuhkan hasrat pada calon konsumennya untuk membeli produk tersebut.

Ada berbagai tips dan trik yang dilakukan empunya untuk bisa menumbuhkan hasrat konsumen ini, salah satunya adalah menulis pada bagian HEADLINE sebuah kalimat sederhana tapi sangat menjual, karena kita ketahui bahwa headline merupakan cermin daripada isi.

Berikut saya kutip dari web formula bisnis yang merupakan produk yang sangat laris dipasaran:

“Jika Anda Bisa Mengetik dan Mengakses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang Melimpah dari Internet… Hanya Jika Anda Tahu Caranya!”

Coba perhatikan, bagaimana menurut Anda kalimat di atas, sangat provokatif bukan ?

Itulah salah satu gaya bahasa marketing yang bisa membuat hasrat konsumen kepincut. Sepintas kelihatannya sederhana, siapa sih yang nggak bisa kalau hanya mengetik dan dan mengakses internet kemudian bisa menghasilkan uang sangat melimpah ?

Saya dan Anda setuju kalau hanya begitu semua orang bisa melakukannya dengan mudah. Tapi fakta dan kenyataan di lapangan tidaklah semudah yang dibayangkan, itulah salah satu penyebab yang bisa membuat orang “merasa tertipu” tatkala ia tidak bisa menghasilkan sesuai yang dijanjikan kalimat di atas.

Lantas apakah kalimat di atas salah (penipuan) ?,

Jelas bukan dong…Itukan merupakan kalimat gambaran terhadap produk tersebut, dan terbukti memang sesuai apa yang disebutkan meskipun di lapangan banyak langkah yang harus ditempuh. Bahasa tersebut juga tidak menyalahi aturan logika.

Siempunya sengaja membuat kalimat sederhana tapi menggambarkan produk yang dijualnya yang bisa dijalankan oleh semua orang khususnya yang bisa mengetik dan mengakses internet.

# Siapa Ownernya

Owner adalah orang yang memiliki produk, ada baiknya Anda meneliti siapa pemilik produk tersebut. Apakah orangnya benar-benar kredibel, berapa lama ia terjuan di dunia tersebut dan bagaimana pandangan orang terhadap owner tersebut.

# Berapa Lama Umur Bisnisnya

Umur suatu bisnis bisa mempengaruhi tingkat bagus tidaknya suatu bisnis. Semakin lama suatu bisnis itu eksis, semakin menunjukkan bisnis tersebut bisa berdiri kokoh, artinya kulitasnya patut diperhitungkan yang menunjukkan orang banyak mempercayainya (bonafide).

Anda juga bisa juga cek menggunakan plugin SEO Quake terhadap usia web tersebut, dengan melihat di whois di mana alamat kantor, pemilik dan sebaginya.

# Rekening dan Testimoni

Dua hal ini biasanya yang sangat mempengaruhi seseorang yang bisa membuat konsumen seolah terhipnotis. Ada banyak sekali web-web penjualan yang menampilkan rekening dan testimonial dalam sales letternya, entah itu benar-benar sesuai fakta atau hanya sebuah manipulasi belaka.

Bagaimana menanggapi hal ini ?

Memang dengan adanya bukti rekening dan testimoni bisa mendongkrak penjualan. Tapi perlu Anda perhatikan terhadap semua itu sembari melihat siapa pemilik bisnis tersebut dan bagaimana pendapat orang yang telah membelinya dan yang tidak kalah penting adalah melihat isi manfaat apa yang akan Anda dapatkan setelah membelinya.

# Daftar Isi

Bagian ini merupakan yang terpenting untuk Anda amati dalam sebuah sales letter, sebab ini akan menjadi acuan bagi Anda apakah daftar isinya memenuhi sesuai kebutuhan Anda.

Misalkan saja anda butuh panduan belajar SEO tentang optimasi web dari segi On Page, maka dalam daftar isi sales letter tersebut juga harus disebutkan, sehingga dengan melihat daftar isi yang ada, Anda tidak merasa tertipu tatkala membelinya, kecuali setelah Anda membeli dan tidak sesuai antara sales letter dengan produk yang dijanjikan, maka Anda bisa mengklaim bahwa bisnis tersebut adalah penipuan.

Bisnis yang bagus biasanya menampilkan daftar isi dalam sales letter-nya secara lengkap. Usahakan juga membeli karena kebutuhan dengan melihat daftar isi di atas dan bukan karena terlena oleh pengaruh rekening-rekening yang ditampilkan dan testimoni-testimoni yang ada.

# Desain Web

Desain web juga bisa mempengaruhi bagus tidaknya suatu produk, meskipun tidak selamanya demikian. Memang sih, subyektif sekali menentukan desain web bagus ataupun tidak, tetapi saya yakin minimal Anda bisa membedakan mana desain web yang bagus dan profesional dengan sebaliknya.

Baiklah, saya rasa cukup demikian.  Silahkan jika ingin menambahkan,  semoga bermanfaat.

17 Responses to “6 Tips Membeli Produk yang Berkenaan dengan Sales Letter”

  1. Iklan Baris Gratis Says:

    Menurut saya, review/komentar anggota yang telah bergabung juga bisa dipertimbangkan…


  2. mashengky.com Says:

    antara sales letter dan kenyataan di lapangan, kadang berbeda mas.. hati2 saja..

    saya juga pebisnis online, dan saya tau berapa penghasilan saya tiap bulan.. kalo ada yg bilang bisa dapet XX juta per bulan.. pasti itu bohong!


  3. Umar Hadi Says:

    @ Iklan Baris Gratis: Benar, tapi hati-hati juga dengan ditampilkannya komentar yang mengada-ngada, itu snagat banyak sekali terjadi.
    @ Mashengky: Yup, dan itu sering terjadi. kalau ada orang yang menghasilkan sekian XXX perbulan,tidak menutup kemungkinan benar adanya, tapi tidak sedikit yang ….. :D jadi waspada saja ya.. :)


  4. T. Wahyudi | Blog Bisnis Internet Says:

    kalau sales letter yang isinya berlebihan… itu namanya penipuan gak ya mas… ? :D


  5. Umar Hadi Says:

    @hafiid : Alhamdulillah nggak,karena memang saya selektif dalam memilih suatu produk. Sebagaimana di sebutkan diatas, yanag namanya merasa tertipu itukan subyektif,dan juga berkaitan dengan tingkat pemahaman seseorang dalam merespon suatu produk. Untuk yang penghasilan sekian XXX itu juga tidak menutup kemungkinan kok…:)

    @ T. Wahyudi: Intinya satu, Tidak berdusta dengan sales latter tersebut


  6. stop dreaming start action Says:

    Klo nggak provokatif ya .. ngak laku ya mas Umar.. Tapi harus sesuai dengan produknya yang bermutu biar kompak..zam


  7. rudy azhar Says:

    Uraian Mas diatas benar adanya, menurut saya sih wajar-wajar aja mereka berbuat begitu wong namanya juga usaha.
    Yang terpenting dari kitanya yang mesti selektif memilih produk, itu aja kuncinya.
    DAN ACTION segera, saya yakin kita bisa menghasilkan xxxjuta kalau mau action….
    Dan satu lagi Mas, ingin menambah comment dari Mas David diatas, gimana kalau kita yang baru terjun di dalam bisnis itu, kan belum bisa nunjukin bukti rekening dan testimoni tuh, ada saran nggak???


  8. Umar Hadi Says:

    @David: Itukan salah satu upaya, jadi bukan berarti pebisnis internet yang baru kemudian tidak bagus dsb.. :)


  9. Umar Hadi Says:

    @Rudy Azhar: Bukti Rekening dan Testimoni bukan segalanya kok..apalagi semuanya bisa dimanipulasi dengan sangat mudah. Makanya dalam artikel diatas ditekankan, jangan melihat “cover” tapi isi. Jangan heran pula kenapa para owner yang menyebutkan rekening dan testimoni secara heboh belum tentu juga bisa di ikuti oleh pengikutnya, ini karena juga melihat tingkat pemahaman seseorang dalam memahaminya.

    Dan Brand itu akan tumbuh sendiri jika kita mampu menunjukkan sesuatu yang berkualitas dengan sendirinya orang akan tahu, bisa menulis blog dsb. Trims


  10. rudy azhar Says:

    Thanks atas masukannya Mas…


  11. Ardy Pratama Says:

    hohoho, dah lngkap bgt pnjasannya…
    ada lgi, contact supportnya… jdi bisa lbih mdah kalo mw hbungin ownernya… :)


  12. nyegik Says:

    wakh makasih buanget nih atas tipsnya…..jadi nambah ilmu baru buat saya….


  13. sobat Says:

    iya juga kebanyakan hanya mimpi dan ambisi ,malas usaha tapi ingin hasil cepat akhirnya tanpa berpikir panjang lgsng sikat(beli),eh setelah di beli gak mau baca dan praktek akhrirnya ya terpaksa lepasin emosinya bodoh nya dengan mencari-cari penyakit orang,hehehe


  14. 3 Strategi Promosi Bisnis Internet Anda Agar Tepat Sasaran | Internet Marketing | Bisnis Internet Says:

    [...] perlu Anda perhatikan dalam melihat produk adalah, manfaat (value) apa yang  bisa di dapat setelah membeli produk tersebut. Jika produk Anda bisa memecahkan persoalan orang, mereka tidak segan-segan membeli produk [...]


  15. decky Says:

    sepertinya masalah sales letter yang provokatif dan ketidakpuasan konsumen semuanya sah-sah saja karena sudut pandang dan kepentingan penjual dan pembeli selalu berbeda, tinggal bagaimana caranya memperkecil atau malah mempertemukan kedua kepentingan yang berbeda itu menjadi win-win solution atau sama-sama untung. saat kita membeli produk yang bagus, kita beruntung mendapatkan manfaat yang berguna tapi pada saat kita merasa tertipu, itu juga kan pelajaran untuk lebih hati-hati dan selektif lagi kedepannya. bukankah “seseorang tidak akan mahir naik sepeda sebelum pernah merasakan terjatuh”..


  16. Andhika Says:

    Yang penting dari semua adalah kedewasaan dan tanggung jawab si pemilihnya.Si pemilik produk hanya sekedar “menawarkan”.Tips yang diberikan di artikel mas umar ini boleh dicoba.


  17. Info kecantikan alami Says:

    Wah. Benar sekali itu. Dari sekian banyak bisnis yang ada, kebanyakan begitu


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>