Strategi Pemasaran Produk: Hard Selling VS Soft Selling, Manakah yang Terbaik ?
Feb 25, 2010 Branding, Cara Berpromosi, Strategi Marketing
Terdapat perbedaan yang mencolok strategi pemasaran yang dilakukan setiap orang dalam memasarkan produknya baik yang menggunakan jalur media online maupun offline.
Ini terlihat dari cara mereka menyampaikan produk kepada calon konsumen dengan style dan ciri khas mereka masing-masing, ada yang bersifat sporadis tak jarang kalem tapi mematikan.
Istilah yang salama ini sering digunakan adalah hard selling dan soft selling. Sebelum membahas lebih jauh antara strategi pemasaran hard selling dan soft selling ini, ada baiknya kita mengetahui apa pengertian dari keduanya.
Hard selling berarti menjual secara keras atau lebih mudahnya langsung ke pokok permasalahan yakni langsung ke penawaran, sedangkan soft selling sendiri menjual secara halus atau secara tidak langsung.
Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya:
# Hard Selling
Dalam pemasaran online kita bisa jumpai hard selling ini di berbagai iklan di internet seperti misalnya di web-web iklan baris maupun di hasil pencarian seacrh engine pada suatu keyword. Ciri-cirinya adalah kata-kata yang digunakannnya biasanya bombatis, langsung ke inti permasalahan dan sifatnya yang cenderung provokatif.
Hard selling dalam bisnis online juga sering diterapkan dalam sales letter. Sebagai contoh bisa Anda lihat web sales bapak Joko Susilo tepatnya di: Formula Bisnis dan Rahasia Blogging.
Coba Anda perhatikan kedua web sales tersebut, bagi sebagian orang yang awam dengan kata-kata dan bahasa marketing di dalamnya, pastilah mereka akan tergiur dan mengikuti apa yang ada di dalamnya.
Hard selling sendiri bisa digunakan oleh siapa saja baik dari sudah sangat profesional bahkan yang masih amatiran sekalipun. Tapi jelaslah, walaupun keduanya sama-sama menggunakan strategi hard selling, hasilnya bisa jauh berbeda. Ini dikarenakan tingkat pemahaman mereka terhadap pasar dan pengalaman mereka dam dunia marketing berbeda.
# Soft Selling
Lain hard selling lain pula dengan strategi pemasaran soft selling. Walaupun tujuannnya berjualan tapi seolah tidak terlihat berjualan. Ini dikarenakan cara yang digunakan sangat halus sekali dan jauh dari kata-kata provokatif sebagaimana sebelumnya.
Keunggulan menggunakan strategi soft selling sendiri adalah menumbuhkan kepercayaan (branding) konsumen terhadap sang penjual produk tersebut, yang efeknya untuk membangun penjualan yang awet dan jangka panjang.
Ciri-cirinya adalah soft selling dilakukan secara halus, jauh dari provokasi dan banyaknya sifat edukasi dalam iklan yang disampaikan. Terkadang dengan mengungkapkan latar belakang terlebih dahulu akan manfaat produk yang akan dibeli dan menyebutkan keuggulan-keunggulan dibanding produk lain yang sejenis.
Strategi pemasaran seperti ini bisa Anda jumpai di web-web yang mereview suatu produk, di artikel-artikel, blog, bahkan sekarang yang populer adalah di Facebook.
Tak jarang saya pribadipun sering mendapat pembeli dari Facebook. Tentunya dengan kombinasi cara yang bervariasi, dari soft selling lantas dalam kurun waktu tertentu diselingi dengan hard selling, semua dengan memperhatikan kondisi dan branding yang kita bawa di situs social tersebut.
Lantas bagaimanakah menentukan yang terbaik ? Dan strategi pemasaran manakah yang seharusnya kita gunakan ?
Jawabnya sederhana, kombinasikan keduanya.
Dengan memadukan strategi keduanya, selain kita mempunyai situs penjualan yang kontennya langsung berupa penjualan (hard selling), yang tak kalah penting adalah adanya edukasi terhadap produk yang kita pasarkan (soft selling).
Dengan begitu, calon konsumen tidak hanya mengenal kita dari satu sisi saja, melainkan juga dari sisi yang lain. Yakni sebagai partner setia yang tidak hanya menjual produk saja, tapi juga bisa memberi sesuatu yang banyak memberi manfaat bagi konsumen tersebut walau dengan tanpa membelinya.
Dengan begini akan tercipta hubungan yang langgeng dan secara tidak langsung akan tumbuh dengan sendirinya yang namanya branding.
Related Posts
Tags: artikel pemasaran, cara pemasaran, Komunikasi Pemasaran, Pemasaran online, sistem pemasaran, strategi produk














February 25th, 2010 at 4:10 pm
apapun pilihannya yang penting ilmu kita semua bertambah mau yang soft ataupun hard selling,thanks ilmunya.salam action
February 25th, 2010 at 4:55 pm
Alangkah dahsyatnya kalau KEDUANYA bisa digabung,atau kalau disuruh pilih salah satu yg baik MAKA saya pilih strategi soft selling kenapa karena cara ini bisa membuat kita dipercaya oleh banyak konsumen,kalau sudah dipercaya produk apa saja yg kita jual bisa mereka beli dengaN SENANG HATI yg pada akhirnya mendatangkan keuntungan jangka panjang,bukan keuntungan sesaat saja.thanks
February 25th, 2010 at 5:00 pm
Mantap. Semuanya patut dicoba.Semoga informasi ini membawa manfaat buat saya.
February 25th, 2010 at 5:00 pm
perlu perjuangan untuk memadukan keduanya terutama soft selling yang perlu ketekunan.
Salam
February 25th, 2010 at 5:13 pm
mantap……..,aq soft selling,,,thanks very much mas umar
February 25th, 2010 at 5:59 pm
Ulasannya sangat konprehensif… mudah dipahami… terima kasih mas Umar Hadi atas ilmunya… semoga bermanfaat bagi orang banyak… khususnya saya. SALAM SUKSES!!!
February 25th, 2010 at 8:37 pm
Bagus tapi bagaimana contoh aplikasinya
February 25th, 2010 at 8:43 pm
@Mustari: benar Pak, soft selling memang condong untuk jangaka panjang (branding).
@Herson: sebagaimana disebutkan di atas, Hrad selling bisa di sales letter sepert web http://kuncimarketing.com/top/formulabisnis. Sedang soft bisa dicontohkan pada artikel marketing.
February 25th, 2010 at 10:16 pm
saya lebih setuju soft-selling, misal dg review produk scr jujur ttg manfaat suatu produk atau kekurangannya kalo ada, org akan menilai kita lebih profesional. dan tdk terlalu bernafsu menjual. thank’s a lot
February 25th, 2010 at 10:36 pm
Terima kasih infonya sekarang saya jadi tahu cara menjual yang lebih manusiawi dan jujur ini cara yang saya cari selama ini
February 25th, 2010 at 10:43 pm
Begitu Mas ya…mungkin selama ini saya melakukan itu tapi gak ngerti yang mana soft selling atau hard selling, tapi sekarang jadi ngerti, dan setuju sekali…kombinasikan kedua2nya.
February 26th, 2010 at 12:03 am
Saya melihat soft selling lebih mengena di hati klien calon kita…
Selain itu soft selling lebih sopan dibanding hard selling…
Adapun bagaimana mengkombinasikan antara keduanya merupakan sebuah seni marketing yang mesti dipelajari lebih dalam lagi…:-)
February 26th, 2010 at 8:18 am
Penggabungan kedua strategi itu…dijamin akan membawa hasil yang maximal.
Namun penggunaan Soft Selling yang lebih dominan akan terasa lebih mengena di hati konsumen.
February 26th, 2010 at 2:54 pm
terima kasih mas atas, informasinya…
saya sendiri juga sering menggunakan Soft Selling untuk mengenalkan sebuah produk kepada calon pelanggan kita, menurut saya teknik Soft selling dapat dengan mudah menarik perhatian calon pelanggan dan lebih kepada pendekatan kita kepada calon pelanggan sehingga dia lebih yakin kepada kita dan produk yang kita tawarkan.
sedangkan hard selling menurut saya nantinya akan menimbulkan tanda tanya besar kepada calon pelanggan kita, namun bagaimanpun kombinasi dan penempatan pada situasi tertentu akan lbih optimal hasilnya daripada kita memaksakan pada satu teknik saja.
February 26th, 2010 at 7:32 pm
makasih pak infonya sangat membantu
February 27th, 2010 at 5:22 pm
sip banget pak… gabungkan kedua kunci markrting itu, let’s go sucsess!
February 28th, 2010 at 5:12 am
bagus sekali….mantap teruslah berbagi informasi bro….
March 2nd, 2010 at 10:27 pm
Wah… Nice tips..
March 7th, 2010 at 7:13 pm
soft selling lebih tahan lama dan menghemat biaya promosi daripada hard selling.
March 7th, 2010 at 8:20 pm
Hard selling lebih banyak butuh biaya.
March 8th, 2010 at 4:17 am
Lebih Menguntungkan Hard selling dibandingkan soft selling
March 11th, 2010 at 11:45 pm
Makasih mas Umar Hadi, Kalo sy lebih cenderung ke soft selling. Awalnya memang sy langsung tertarik dg iklan hard selling, tapi lama2 dah gak tertarik lagi karena dah terlalu biasa, shg kadang baru baca judulnya aja udah males liat isinya…
June 18th, 2010 at 2:54 pm
[...] Terkadang kita musti memberikan umpan kepada mereka dengan membicarakan hal-hal sepele dan mendasar. Ini diharapkan agar bisa menumbuhkan hubungan yang lebih emosional. Dilain kesempatan, Anda bisa lakukan penawaran yang bersifat soft selling. [...]
June 21st, 2010 at 12:25 pm
thannss ya..
tapi mungkin bahasanya di permudah lagi yahh.. ok