Strategi Pemasaran Produk: Hard Selling VS Soft Selling, Manakah yang Terbaik ?

Terdapat perbedaan yang mencolok strategi pemasaran yang dilakukan setiap orang dalam memasarkan produknya baik yang menggunakan jalur media online maupun offline.

Ini terlihat dari cara mereka menyampaikan produk kepada calon konsumen dengan style dan ciri khas mereka masing-masing, ada yang bersifat sporadis tak jarang kalem tapi mematikan.

Istilah yang salama ini sering digunakan adalah hard selling dan soft selling. Sebelum membahas lebih jauh antara strategi pemasaran hard selling dan soft selling ini, ada baiknya kita mengetahui apa pengertian dari keduanya.

Hard selling berarti menjual secara keras atau lebih mudahnya langsung ke pokok permasalahan yakni langsung ke penawaran, sedangkan soft selling sendiri menjual secara halus atau secara tidak langsung.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya:

# Hard Selling

Dalam pemasaran online kita bisa jumpai hard selling ini di berbagai iklan di internet seperti misalnya di web-web iklan baris maupun di hasil pencarian seacrh engine pada suatu keyword. Ciri-cirinya adalah kata-kata yang digunakannnya biasanya bombatis, langsung ke inti permasalahan dan sifatnya yang cenderung provokatif.

Hard selling dalam bisnis online juga sering diterapkan dalam sales letter. Sebagai contoh bisa Anda lihat web sales bapak Joko Susilo tepatnya di: Formula Bisnis dan Rahasia Blogging.

Coba Anda perhatikan kedua web sales tersebut, bagi sebagian orang yang awam dengan kata-kata dan bahasa marketing di dalamnya, pastilah mereka akan tergiur dan mengikuti apa yang ada di dalamnya.

Hard selling sendiri bisa digunakan oleh siapa saja baik dari sudah sangat profesional bahkan yang masih amatiran sekalipun. Tapi jelaslah, walaupun keduanya sama-sama menggunakan strategi hard selling, hasilnya bisa jauh berbeda. Ini dikarenakan tingkat pemahaman mereka terhadap pasar dan pengalaman mereka dam dunia marketing berbeda.

# Soft Selling

Lain hard selling lain pula dengan strategi pemasaran soft selling. Walaupun tujuannnya berjualan tapi seolah tidak terlihat berjualan. Ini dikarenakan cara yang digunakan sangat halus sekali dan jauh dari kata-kata provokatif sebagaimana sebelumnya.

Keunggulan menggunakan strategi soft selling sendiri adalah menumbuhkan kepercayaan (branding) konsumen terhadap sang penjual produk tersebut, yang efeknya untuk membangun penjualan yang awet dan jangka panjang.

Ciri-cirinya adalah soft selling dilakukan secara halus, jauh dari provokasi dan banyaknya sifat edukasi dalam iklan yang disampaikan. Terkadang dengan mengungkapkan latar belakang terlebih dahulu akan manfaat produk yang akan dibeli dan menyebutkan keuggulan-keunggulan dibanding produk lain yang sejenis.

Strategi pemasaran seperti ini bisa Anda jumpai di web-web yang mereview suatu produk, di artikel-artikel, blog, bahkan sekarang yang populer adalah di Facebook.

Tak jarang saya pribadipun sering mendapat pembeli dari Facebook. Tentunya dengan kombinasi cara yang bervariasi, dari soft selling lantas dalam kurun waktu tertentu diselingi dengan hard selling, semua dengan memperhatikan kondisi dan branding yang kita bawa di situs social tersebut.

Lantas bagaimanakah menentukan yang terbaik ? Dan strategi pemasaran manakah yang seharusnya kita gunakan ?

Jawabnya sederhana, kombinasikan keduanya.

Dengan memadukan strategi keduanya, selain kita mempunyai situs penjualan yang kontennya langsung berupa penjualan (hard selling), yang tak kalah penting adalah adanya edukasi terhadap produk yang kita pasarkan (soft selling).

Dengan begitu, calon konsumen tidak hanya mengenal kita dari satu sisi saja, melainkan juga dari sisi yang lain. Yakni sebagai partner setia yang tidak hanya menjual produk saja, tapi juga bisa memberi sesuatu yang banyak memberi manfaat bagi konsumen tersebut walau dengan tanpa membelinya.

Dengan begini akan tercipta hubungan yang langgeng dan secara tidak langsung akan tumbuh dengan sendirinya yang namanya branding.

Related Posts

24 Responses to “Strategi Pemasaran Produk: Hard Selling VS Soft Selling, Manakah yang Terbaik ?”

  1. majikan uang Says:

    apapun pilihannya yang penting ilmu kita semua bertambah mau yang soft ataupun hard selling,thanks ilmunya.salam action


  2. Mustari Says:

    Alangkah dahsyatnya kalau KEDUANYA bisa digabung,atau kalau disuruh pilih salah satu yg baik MAKA saya pilih strategi soft selling kenapa karena cara ini bisa membuat kita dipercaya oleh banyak konsumen,kalau sudah dipercaya produk apa saja yg kita jual bisa mereka beli dengaN SENANG HATI yg pada akhirnya mendatangkan keuntungan jangka panjang,bukan keuntungan sesaat saja.thanks


  3. aguscwid Says:

    Mantap. Semuanya patut dicoba.Semoga informasi ini membawa manfaat buat saya.


  4. belajar bisnis Says:

    perlu perjuangan untuk memadukan keduanya terutama soft selling yang perlu ketekunan.

    Salam


  5. zheno2009 Says:

    mantap……..,aq soft selling,,,thanks very much mas umar


  6. Liliek Says:

    Ulasannya sangat konprehensif… mudah dipahami… terima kasih mas Umar Hadi atas ilmunya… semoga bermanfaat bagi orang banyak… khususnya saya. SALAM SUKSES!!!


  7. HERSON Says:

    Bagus tapi bagaimana contoh aplikasinya


  8. Umar Hadi Says:

    @Mustari: benar Pak, soft selling memang condong untuk jangaka panjang (branding).
    @Herson: sebagaimana disebutkan di atas, Hrad selling bisa di sales letter sepert web http://kuncimarketing.com/top/formulabisnis. Sedang soft bisa dicontohkan pada artikel marketing.


  9. Jarwo Says:

    saya lebih setuju soft-selling, misal dg review produk scr jujur ttg manfaat suatu produk atau kekurangannya kalo ada, org akan menilai kita lebih profesional. dan tdk terlalu bernafsu menjual. thank’s a lot


  10. Eko S Says:

    Terima kasih infonya sekarang saya jadi tahu cara menjual yang lebih manusiawi dan jujur ini cara yang saya cari selama ini


  11. kuswan Says:

    Begitu Mas ya…mungkin selama ini saya melakukan itu tapi gak ngerti yang mana soft selling atau hard selling, tapi sekarang jadi ngerti, dan setuju sekali…kombinasikan kedua2nya.


  12. Zool Says:

    Saya melihat soft selling lebih mengena di hati klien calon kita…
    Selain itu soft selling lebih sopan dibanding hard selling…
    Adapun bagaimana mengkombinasikan antara keduanya merupakan sebuah seni marketing yang mesti dipelajari lebih dalam lagi…:-)


  13. Pelet Ampuh Says:

    Penggabungan kedua strategi itu…dijamin akan membawa hasil yang maximal.
    Namun penggunaan Soft Selling yang lebih dominan akan terasa lebih mengena di hati konsumen.


  14. e-ganesha Says:

    terima kasih mas atas, informasinya…
    saya sendiri juga sering menggunakan Soft Selling untuk mengenalkan sebuah produk kepada calon pelanggan kita, menurut saya teknik Soft selling dapat dengan mudah menarik perhatian calon pelanggan dan lebih kepada pendekatan kita kepada calon pelanggan sehingga dia lebih yakin kepada kita dan produk yang kita tawarkan.
    sedangkan hard selling menurut saya nantinya akan menimbulkan tanda tanya besar kepada calon pelanggan kita, namun bagaimanpun kombinasi dan penempatan pada situasi tertentu akan lbih optimal hasilnya daripada kita memaksakan pada satu teknik saja.


  15. sms cinta romantis Says:

    makasih pak infonya sangat membantu


  16. marizayu Says:

    sip banget pak… gabungkan kedua kunci markrting itu, let’s go sucsess!


  17. Ahmad Zamzamie Says:

    bagus sekali….mantap teruslah berbagi informasi bro….


  18. Ereload Pulsa Multi Says:

    Wah… Nice tips..


  19. Cara Dapat Uang Says:

    soft selling lebih tahan lama dan menghemat biaya promosi daripada hard selling.


  20. Cara Memperpanjang Penis Says:

    Hard selling lebih banyak butuh biaya.


  21. Alva Says:

    Lebih Menguntungkan Hard selling dibandingkan soft selling


  22. Nurjadid Says:

    Makasih mas Umar Hadi, Kalo sy lebih cenderung ke soft selling. Awalnya memang sy langsung tertarik dg iklan hard selling, tapi lama2 dah gak tertarik lagi karena dah terlalu biasa, shg kadang baru baca judulnya aja udah males liat isinya…


  23. Skill, Keahlian, Pengetahuan, dan Kemampuan Dasar yang Wajib Dimiliki Seorang Internet Marketer | Bisnis Online | Internet Marketing Says:

    [...] Terkadang kita musti memberikan umpan kepada mereka dengan membicarakan hal-hal sepele dan mendasar. Ini diharapkan agar bisa menumbuhkan hubungan yang lebih emosional. Dilain kesempatan, Anda bisa lakukan penawaran yang bersifat soft selling. [...]


  24. Tri irwan Gunawan Says:

    thannss ya..
    tapi mungkin bahasanya di permudah lagi yahh.. ok


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>