<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bisnis Online &#124; Internet Marketing &#187; sistem pemasaran</title>
	<atom:link href="http://kuncimarketing.com/tag/sistem-pemasaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kuncimarketing.com</link>
	<description>Artikel bisnis online &#38; internet marketing, panduan strategi pemasaran jitu cara menghasilkan  uang di internet secara sederhana, efektif, baik dan benar.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2011 06:14:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Strategi Pemasaran Produk: Hard Selling VS Soft Selling, Manakah yang Terbaik ?</title>
		<link>http://kuncimarketing.com/strategi-pemasaran-produk-hard-selling-vs-soft-selling-manakah-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://kuncimarketing.com/strategi-pemasaran-produk-hard-selling-vs-soft-selling-manakah-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 07:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Umar Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Promosi]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[artikel pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[cara pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran online]]></category>
		<category><![CDATA[sistem pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[strategi produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuncimarketing.com/?p=827</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat perbedaan yang mencolok strategi pemasaran yang dilakukan setiap orang dalam memasarkan produknya baik yang menggunakan jalur media online maupun offline. Ini terlihat dari cara mereka menyampaikan produk kepada calon konsumen dengan style dan ciri khas mereka masing-masing, ada yang bersifat sporadis tak jarang kalem tapi mematikan. Istilah yang salama ini sering digunakan adalah hard [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terdapat perbedaan yang mencolok strategi pemasaran yang dilakukan setiap orang dalam memasarkan produknya baik yang menggunakan jalur media online maupun offline.</p>
<p>Ini terlihat dari cara mereka menyampaikan produk kepada calon konsumen dengan <em>style </em>dan ciri khas mereka masing-masing, ada yang bersifat sporadis tak jarang kalem tapi mematikan.</p>
<p>Istilah yang salama ini sering digunakan adalah<span style="text-decoration: underline;"><strong> hard selling</strong></span> dan <span style="text-decoration: underline;"><strong>soft sellin</strong><strong>g</strong></span>. Sebelum membahas lebih jauh antara <span style="text-decoration: underline;"><em>strategi pemasaran</em></span> <em>hard selling</em> dan <em>soft selling</em> ini, ada baiknya kita mengetahui apa pengertian dari keduanya.</p>
<p><em>Hard selling</em> berarti menjual secara keras atau lebih mudahnya langsung ke pokok permasalahan yakni langsung ke penawaran, sedangkan <em>soft selling</em> sendiri menjual secara halus atau secara tidak langsung.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya:<span id="more-827"></span></p>
<p><strong># Hard Selling</strong></p>
<p>Dalam pemasaran online kita bisa jumpai hard selling ini di berbagai iklan di internet seperti misalnya di web-web <a title="Iklan baris Gratis" href="http://layananiklan.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/layananiklan.com?referer=');">iklan gratis</a> maupun di hasil pencarian <em>seacrh engine</em> pada suatu keyword. Ciri-cirinya adalah kata-kata yang digunakannnya biasanya bombatis, langsung ke inti permasalahan dan sifatnya yang cenderung provokatif.</p>
<p>Hard selling dalam bisnis online juga sering diterapkan dalam <em>sales letter</em>. Sebagai contoh bisa Anda lihat web sales bapak Joko Susilo tepatnya di: <a title="Formula Bisnis" href="http://kuncimarketing.com/top/formulabisnis" target="_blank">Formula Bisnis</a> dan <a title="Rahasia Rumusan Blogging " href="http://rumusblogging.kuncimarketing.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/rumusblogging.kuncimarketing.com/?referer=');">Rahasia Blogging</a>.</p>
<p>Coba Anda perhatikan kedua web sales tersebut, bagi sebagian orang yang awam dengan kata-kata dan <a title="Bahasa marketing" href="http://kuncimarketing.com/tag/bahasa-marketing/" target="_blank">bahasa marketing</a> di dalamnya, pastilah mereka akan tergiur dan mengikuti apa yang ada di dalamnya.</p>
<p><em>Hard selling</em> sendiri bisa digunakan oleh siapa saja baik dari sudah sangat profesional bahkan yang masih amatiran sekalipun. Tapi jelaslah, walaupun keduanya sama-sama menggunakan strategi pemasaran<em> hard selling</em>, hasilnya bisa jauh berbeda. Ini dikarenakan tingkat pemahaman mereka terhadap pasar dan pengalaman mereka dalam dunia marketing berbeda.</p>
<p><strong># Soft Selling</strong></p>
<p>Lain<em> hard selling</em> lain pula dengan<em> strategi pemasaran soft selling</em>. Walaupun tujuannnya berjualan tapi seolah tidak terlihat berjualan. Ini dikarenakan cara yang digunakan sangat halus sekali dan jauh dari kata-kata provokatif sebagaimana sebelumnya.</p>
<p>Keunggulan menggunakan <em>strategi soft selling</em> sendiri adalah menumbuhkan kepercayaan <em>(branding)</em> konsumen terhadap sang penjual produk tersebut, yang efeknya untuk membangun <a title="Penjualan yang awet" href="http://kuncimarketing.com/seni-internet-marketing-menjual-yang-awet/" target="_blank">penjualan yang awet</a> dan jangka panjang.</p>
<p>Ciri-cirinya adalah <em>soft selling</em> dilakukan secara halus, jauh dari provokasi dan banyaknya sifat edukasi dalam iklan yang disampaikan. Terkadang dengan mengungkapkan latar belakang terlebih dahulu akan manfaat produk yang akan dibeli dan menyebutkan keuggulan-keunggulan dibanding produk lain yang sejenis.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Strategi pemasaran</span> seperti ini bisa Anda jumpai di web-web yang mereview suatu produk, di artikel-artikel, blog, bahkan sekarang yang populer adalah di Facebook.</p>
<p>Tak jarang saya pribadipun sering mendapat pembeli dari Facebook. Tentunya dengan kombinasi cara yang bervariasi, dari <em>soft selling</em> lantas dalam kurun waktu tertentu diselingi dengan <em>hard selling</em>, semua dengan memperhatikan kondisi dan branding yang kita bawa di situs social tersebut.</p>
<p>Lantas bagaimanakah menentukan yang terbaik ? Dan <em>strategi pemasaran</em> manakah yang seharusnya kita gunakan ?</p>
<p>Jawabnya sederhana,<span style="text-decoration: underline;"><strong><em> kombinasikan keduanya</em></strong></span>.</p>
<p>Dengan memadukan strategi keduanya, selain kita mempunyai situs penjualan yang kontennya langsung berupa penjualan (hard selling), yang tak kalah penting adalah adanya edukasi terhadap produk yang kita pasarkan <em>(soft selling)</em>.</p>
<p>Dengan begitu, calon konsumen tidak hanya mengenal kita dari satu sisi saja, melainkan juga dari sisi yang lain. Yakni sebagai partner setia yang tidak hanya <a title="Menjual Produk" href="http://kuncimarketing.com/panduan-afiliasi-thegeniusbiz-review-cara-menjual-produk-apapun-di-internet-dengan-cepat-atau-lambat/" target="_blank">menjual produk </a>saja, tapi juga bisa memberi sesuatu yang banyak memberi manfaat bagi konsumen tersebut walau dengan tanpa membelinya.</p>
<p>Dengan begini akan tercipta hubungan yang langgeng dan secara tidak langsung akan tumbuh dengan sendirinya yang namanya <em>branding</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuncimarketing.com/strategi-pemasaran-produk-hard-selling-vs-soft-selling-manakah-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Pemasaran Affiliate Marketer VS Broker Offline</title>
		<link>http://kuncimarketing.com/strategi-pemasaran-affiliate-marketing-vs-broker-offline/</link>
		<comments>http://kuncimarketing.com/strategi-pemasaran-affiliate-marketing-vs-broker-offline/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 14:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Umar Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Panduan Afiliasi]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate marketer]]></category>
		<category><![CDATA[artikel pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[model bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran produk]]></category>
		<category><![CDATA[sistem pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[teori pemasaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuncimarketing.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih yang nggak suka dengan model bisnis internet yang satu ini, tanpa memiliki produk sudah bisa berbisnis. Bisnis model affiliate marketing ini sebenarnya nggak jauh beda dengan bisnis konvensional pada umumnya, kalau di dunia offline bisa diibaratkan sales, broker ataupun makelar. Kita akan menerima komisi dari juragan setiap kali kita mampu menjualkan produknya, itulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa sih yang nggak suka dengan model bisnis internet yang satu ini, tanpa memiliki produk sudah bisa berbisnis. Bisnis model <a title="affiliate marketing" href="http://kuncimarketing.com/top/affiliatemarketinggenius" target="_blank">affiliate marketing</a> ini sebenarnya nggak jauh beda dengan <a title="Bisnis Konvensional" href="http://kuncimarketing.com/bisnis-internet-vs-bisnis-konvensional/" target="_blank">bisnis konvensional</a> pada umumnya, kalau di dunia offline bisa diibaratkan sales, broker ataupun makelar.</p>
<p>Kita akan menerima komisi dari juragan setiap kali kita mampu menjualkan produknya, itulah sedikit gambaran mengenai kesamaan antara broker <em>offline </em>dengan <em>affiliate marketer</em>.</p>
<p>Meskipun memiliki kesamaan dalam prinsip kerjanya&#8230;Tapi jelas affiliate marketer memiliki keunggulan dibanding makelar pada umumnya. Affiliate marketer ditunjang dengan adanya infrastruktur yakni internet yang siap membantu memasarkan produk sampai ke penjuru dunia sekalipun.<span id="more-295"></span></p>
<p>Dengan biaya pengiriman yang sangat minim bahkan hanya dengan 0 rupiah dengan kecepatan hitungan menit bahkan detik produk sampai&#8230;Membuat <a title="affiliate marketing" href="http://kuncimarketing.com/tag/affiliate-marketing/" target="_blank">affiliate marketing</a> sangat digemari.</p>
<p>Broker konvensional ?</p>
<p>Jelas mereka terhalang oleh jangkauan wilayah, kalaupun bisa sudah pasti biaya untuk infrastruktur seperti transportasi dan sebagainya sangat membebani bahkan bisa dibilang torok karena untung yang didapat tidak bisa menutupi biaya infrastruktruk tersebut.</p>
<p>Tapi semuanya tergantung pada kondisi setiap individu, jika telah mantap dengan model bisnis masing-masing&#8230;Mengapa tidak dilanjutkan&#8230;</p>
<p>Bagi affiliate marketer, Anda bisa <a title="Belajar Menjual cepat atau lambat" href="http://kuncimarketing.com/panduan-afiliasi-thegeniusbiz-review-cara-menjual-produk-apapun-di-internet-dengan-cepat-atau-lambat/" target="_blank">belajar menjual dengan cara cepat atau lambat</a> melalui jenis bisnis periklanan jalur cepat macam PPC <a title="PPC lokal" href="http://adsensecamp.com/?ref_id=1974" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/adsensecamp.com/?ref_id=1974&amp;referer=');">Adsensecamp </a>untuk target lokal atau jalur lambat seperti membuat blog (blogging), sedang untuk affiliate marketing luar negeri, Anda bisa belajar affiliate di:<a title="panduan clickbank" href="http://panduanclickbank.kuncimarketing.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/panduanclickbank.kuncimarketing.com?referer=');"> panduan clickbank</a>.</p>
<p>Untuk broker <em>offline </em>biasanya mereka menyebar brosur, pasang reklame bahkan tidak segan-segran mereka mendatangi rumah-rumah para warga. Baiklah semuanya kembali kepada diri masing masing, <em>affiliate marketing</em> atau broker <em>offline </em>?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuncimarketing.com/strategi-pemasaran-affiliate-marketing-vs-broker-offline/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

